Dear Calon Istri

Isilah ruang hatimu hanya oleh-Nya,
sampai aku mengetuk pintu hatimu.

Berbaktilah kepada malaikat tak bersayap di rumahmu,
sampai aku datang dan berusaha menjadi malaikatmu yg lain.

Bacalah surat cinta dari-Nya,
sebelum kau baca surat cinta dariku.

Dengarlah apa yg rasulmu dakwahkan,
semoga sama dengan apa yg aku dakwahkan kepadamu kelak.

Tataplah bumi ketika berada dikeramaian,
sebelum tatapanmu padaku kau berikan.

Sabarlah menungguku,
meskipun engkau telah menunggu tanpa diminta olehku.

Bertekadlah mengubahku menjadi “seseorang”,
karena aku hanya orang biasa.

Bantulah aku menjaga perasaanku,
dengan cara kamu menjaga perasaanmu.

Bersedialah mengawali langkah kita dari titik terendah,
karena aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yg megah.

Bersiaplah mempelajari kerasnya hidup bersama,
karena aku percaya Dia ingin kita berusaha.

Sampaikan pada-Nya salam tulusmu untukku,
aku berikan untaian salam rinduku melalui-Nya untukmu.

Sebelum cinta berbicara,
kita bertemu hanya dalam do’a,
kita ukir jejak perjalanan hidup bersama dengan taqwa,
Islammu adalah Islamku,
imanku selalu ku pegang erat,
seerat engkau memegang imanmu.

Untukmu yg entah di belahan bumi bagian mana,
kita akan hidup di rumah yang sama,
berjuang fii sabiilillaah di bumi yang sama,
dan beristirahat di surga yang sama.
Aamiin.

(dari ask.fm Arif Husni Rafsanjani, 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *