Kalau Bantu Orang Lain, Jangan Hitung-hitungan

Kalau bantu orang lain, jangan hitung-hitungan

Tapi kal

au kita sebagai yang MEMINTA DIBANTUIN orang lain, maka jadilah orang yang PEMERHITUNG jerih payah orang lain…

Dalam banyak hadis shohih nabi sollallaahu’alaihi wa sallam menganjurkan para sahabat untuk tidak meminta bantuan apapun dari manusia (walau sebenarnya BOLEH meminta bantuan dari orang lain saat dibutuhkan)

Sebagian sahabat nabi sollallaahu’alaihi wasallam benar2 mengamalkan textual hadis tersebut hingga ketika ada salah satu diantara mereka yg sedang menaiki untanya, kemudian tanpa sengaja barangnya jatuh dari untanya, maka sahabat ini sama sekali tidak mau meminta bantuan dari orang lain untuk meng ambilkannya…dia sendiri yang turun. Lalu dia yang memgambilnya sendiri.

Inget lhoo…orang muslim harus punya izzah dan iffah (kemuliaan dan harga diri), makin banyak repotin orang,makin turun izzah dan iffah kita.

Nah…andai kita mau meminta tolong orang lain. Ada 1 jalan yang SANGAT BAIK dan DIBERKAHI, yaitu jadikan itu sebagai akad sewa menyewa jasa.

Maka dalam hal ini, kita TIDAK TERCELA sama sekali, bahkan akad ini akan diberkahi oleh Allah…harga diri kita terjaga dan orang yang kita mintai bantuanpun akan merasakan manfaatnya. (Hukum ini sama dengan akad UPAH/GAJI dalam pekerjaan…saat kita melamar pekerjaan, itu tidak termasuk mengemis, itu masuknya ke menawarkan jasa dan hukumnya SANGAT HALAL & BERKAH)

Contoh :

1. Bro, bisa tolong anterin saya kuliah? Nanti saya cuciin motormu sampai kinclong

2. Bro, gue pegel pegel nih, pijitin dong, 30 menit aja…nanti gue traktir makan malam sepuasnya

3. Bro, rumput gue udah panjang2 nih, bisa tolong potongin gak? Nanti upahnya rumputnya boleh loe bawa dan dimakan…
(WHAT! WUT! WHY!)

oleh ternak loe…

(Ditulis oleh Abu Takeru / Rizal Fadli Nurhadi)

Simpan

Simpan

Simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *